Ga cuma kunjungan ke satu Panti Asuhan, tapi dua sekaligus.
Sementara temen2 gue pada berangkat dari kampus Salemba, gue berangkat dari rumah (secara jarak panti asuhannya ga terlalu jauh dari rumah gue.... kayak dari Monas ke Bundaran HI). Sebagian temen2 gue naek bis Angkatan Laut, dan beberapa naek mobil pribadi. Gue ? Teuteuuuup dengan si Belalang Tempur.
Sebenernya acara harus mulai jam 9, tapi karena temen temen gue mengalami kendala di jalan, akhirnya baru nyampe lokasi panti asuhan pertama setelah jam 9.30.
Panti Asuhan pertama adalah Panti Asuhan Bersinar. Panti asuhan ini tidak berada dibawah gereja apapun. Jumlah anak yang di Panti Asuhan ini ada 35 orang, dari TK sampai dengan SMA. Wuuiiih, anak anak disitu emang luar biasa. Ketika datang kami disambut dengan hangat oleh anak anak itu, dan mereka bisa cepat akrab dengan kami. Ga cuma disuguhi dengan kehangatan dan keakraban, kami juga disuguhi pertunjukan bakat dari anak anak itu. Walaupun sempet mati lampu (sehingga kipas anginnya mati dan kami semua kegerahan) tetapi acara bisa berjalan seru. Ada banyak games yang dilakukan dengan antusias oleh anak anak dan teman teman PEFEUI.
Saat kami akan meninggalkan lokasi mereka menampilkan atraksi terakhir berupa dance. HAA.... DANCE? Yup yup yup. Nge-dance yang kayak breakdance gitu deh. How did they perform? Satu kata dari gue : KEEEUUUWREEEEEEN......
Kami meninggalkan Panti Asuhan pertama sekitar jam 1 siang untuk menuju panti asuhan kedua.
Panti Asuhan kedua adalah Panti Asuhan Gabriel Manek. Panti ini berada di bawah gereja katolik wilayah Cipayung (dan maafkan diriku karena ga inget nama parokinya... hehehe). Di panti asuhan kedua ini tercatat ada 10 anak, kebanyakan dari Indonesia bagian Timur (Papua). Dibandingkan dengan panti asuhan yang pertama, anak anak di sini lebih pemalu. Untung aja suster suster yang mengurus panti sangat ramah dan bisa membaur dengan temen temen gue yang pada bocor otaknya. Hehehehe....
Oh iya, kalo dilihat dari segi fisik maka Panti Asuhan Bersinar itu walaupun jumlah anaknya banyak tapi bangunannya memprihatinkan banget. Sebagian masih dari kayu. Walaupun demikian mereka menanamkan disiplin tinggi (terutama dalam hal rohani) kepada anak anak panti, tanpa mengekang kebebasan anak anak untuk berekspresi.
Semua temen temen yang pulang dari panti asuhan merasa puas dan bahagia. Gue juga dong.
Pas sampe rumah, gue sukses langsung tepar. Zzzzzzzzzzzzzzzzzz....
Oh iya, gue mo ngucapin million thanks to all of you who contributed on this occassion. Dari kalian ada yang nyumbangin dana, pakaian, buku, majalah, tenaga, info, dll dll dll.
Nanti gue akan tulis cerita cerita lain seputar acara ke panti kemaren.
Mohon maaf, gue ga bisa pajang banyak foto. Kemaren gue ga bawa kamera karena kamera gue ternyata hilang. Gue cuma bisa ambil dari temen temen gue yang nge-publish di Facebook.



0 comments:
Post a Comment