Guys, gue mo cerita nih...
Waktu gue survey ke panti asuhan, ada beberapa hal yang gue amati dan cukup penting untuk jadi pertimbangan.Elo kebayang ga sih, kalo satu panti asuhan punya 20 orang anak, kira kira berapa tuh biaya operasional per bulannya?
Misal 20 orang itu masih SD semua, dan SPP masing masing anak 50rb, maka per bulan mereka butuh 1 juta (cuma buat SPP).
Anggaplah mereka makan 3 kali sehari, dan per makan biayanya 2500. Maka 3 x Rp 2500 x 20 anak x 30 hari = Rp 4.500.000,- (cuma untuk uang makan).
Anggaplah sekolah mereka deket, sehingga cukup jalan kaki dari rumah. So, untuk ongkos kita itung aja Rp 0,-
Anggaplah masing masing anak butuh 3 buku tulis perbulan, dan harga masing masing buku tulis Rp 5000,- maka total dibutuhkan 3 buku x Rp 5000 x 20 anak = Rp 300rb.
Anggaplah beban listrik di panti asuhan itu Rp 200.000,- per bulan.
Anggaplah semua itu udah pengeluaran total dari sebuah panti asuhan.... maka totalnya Rp 6 jeti. Itu belom ngitung uang untuk beli sabun, odol, seragam sekolah, baju, sepatu, dll dll dll.
Bayangin.... 6 juta per bulan. Artinya per tahun akan butuh Rp 72 juta. Dan ada beberapa panti asuhan yang masih nyewa lahan dan bangunan. Perhitungan kasar gue, untuk panti asuhan yang isinya 20 orang anak maka kira kira dibutuhkan 100 juta untuk biaya operasional per tahun. Woooow.......
Dari mana tuh uang segitu banyak?
Ada beberapa panti asuhan yang cukup beruntung karena memiliki donator tetap. Tapi setahu gue jumlah panti asuhan yang seperti itu ga banyak. Sebagian lagi ada yang emang cuma mengandalkan belas kasihan orang lain.
So, kalo elo elo pada diberi rezeki / berkat berlimpah oleh Tuhan, maka ada baiknya elo elo pada berbagi dengan mereka. At least yang bisa elo lakuin antara lain ;
- Elo bisa jadi orang tua asuh. Caranya gampang kok, elo tinggal dateng ke panti asuhan, dan pilih anak yang pengen elo biayain. Si Anak ga usah elo bawa pulang, biarin aja dia tetep di panti asuhan. Elo bisa sumbang misalkan Rp 250rb / bulan untuk si anak.
- Elo bisa jadi donatur tidak tetap. Tiap panti asuhan pasti punya nomor rekening. Pas elo punya rezeki / berkat lebih, elo bisa salurkan ke rekening tersebut.
- Elo bisa nyumbang buku dan/atau pakean dan/atau sepatu yang udah ga kepake sama elo dan temen temen lo atau keluarga lo. Mungkin karena modelnya udah ga up to date, atau karena ukurannya udah ga muat lagi.
- Elo bisa mengunjungi mereka. Ga usah tunggu moment Natal, Paskah, Lebaran, Ulang Tahun, Kampanye Pemilu, dll (walaupun emang lebih asik pas momen tersebut karena elo bisa dateng segambreng sama gerombolan2 dari gereja / kantor / kampus / dll).
Oh iya....
Andaikata elo mo ngadain acara ke panti asuhan, gue saranin banget untuk datang ke lokasi dan ga cuma ngandelin info dari mbah gugel atau dari brosur atau dari rekomendasi temen.
Kenapa ? Karena elo harus liat sendiri kondisinya secara langsung. Foto di internet bisa menipu. Cerita dari temen bisa udah ga up to date. Brosur juga cuma berisi sebagian kecil dari kenyataan yang sebenarnya. So, lebih baik elo kirim team kecil untuk survey. Saran / referensi dari temen itu bagus untuk jadi masukan, tapi jangan jadikan itu sebagai satu satunya pegangan.
Dan mungkin saat elo ngadain survey ke lokasi mungkin elo akan melihat pemandangan pemandangan indah yang akan menipu.
Maksudnya gini....
Seringkali pas kita mo nentuin panti asuhan mana yang akan kita kunjungi, kita akan memilih yang kondisinya berkekurangan. Beberapa panti asuhan terlihat seperti udah berkecukupan, dan "mewah" sehingga kita ga akan memilih panti asuhan tersebut. Atau mungkin sebaliknya, panti asuhannya terlihat sangat kekurangan dan miskin sehingga kita jatuh iba dan memilih untuk mengadakan acara dan memberikan sumbangan di tempat itu. Don't be fooled by this. Karena apabila kita melihat hanya dari keadaan fisik yang tampak dari luar, bisa bisa kita salah memilih panti asuhan.
Untuk panti asuhan yang terlihat mewah, jebakannya antara lain : "Orang orang yang nyumbang lebih prefer nyumbang barang daripada uang". Jadi ga heran, kalo ada panti asuhan yang ada dirumah yang bagus dan memiliki fasilitas komputer dan internet, dan punya mobil panti asuhan yang lumayan... ternyata itu semua adalah sumbangan.
- Ada orang yang mempersilahkan rumahnya untuk ditempati oleh panti asuhan (sewa gratis).
- Ada orang (misal dari perusahaan komputer) yang nyumbang seperangkat PC.
- Ada orang yang nyumbangin koneksi internet.
- Ada orang yang nyumbangin mobil untuk jadi kendaraan operasional panti asuhan.
Biasanya yang nyumbang khan juga maunya nyumbang yang terbaik.
Kalo semua hal hal yang kelihatan secara fisik itu akhirnya bikin kita ga bisa ngeliat kondisi real dari panti asuhan tersebut, maka yang ada jadinya banyak orang orang lain yang ga jadi nyumbang karena sudah melihat "kemewahan semu" tersebut.
Sebaliknya, ada juga panti asuhan yang kelihatan miskin secara fisik..... bangunan kumuh, ga punya fasilitas macem macem, dll dll dll.... gara gara kekumuhannya banyak orang yang jatuh kasihan, dan selalu memilih panti asuhan tersebut untuk menerima sumbangan. Akibatnya, panti asuhan tersebut dapet banyak banget sumbangan.
Kondisi kayak yang gue ceritain barusan itu bener bener real lho. Ada panti asuhan yang kekurangan banget, ada yang berlebihan banget.
Ga heran, pas kita survey kemaren semua panti asuhan yang kita lihat semuanya bilang "kami masih membutuhkan".... walaupun bangunan fisiknya udah super duper modern.
Satu lagi.....
Salah satu hal yang sangat sering terjadi adalah : panti asuhan kebanjiran kunjungan dan sumbangan itu cuma pas deket deket hari raya (either natal, paskah, or lebaran). Jadi wajar aja kalo dalam satu hari mereka bisa terima 2 - 3 grup kunjungan. Kesannya emang kayak "kejar setoran" banget. Tapi harap dimaklumi aja.... lha wong emang cuma pas hari hari raya itulah mereka mendapat "berkat berlimpah". Sisa sisanya mereka hidup dalam keterbatasan mereka (kecuali yang emang udah punya donatur tetap).
Selamat berkunjung ke panti asuhan :-)

0 comments:
Post a Comment