Kenapa ? Yah karena emang sering aja gue denger.
Gue sendiri belom pernah jadi pegawai outsourcing. Tapi banyak temen gue yang udah pernah ngerasain hal itu.
Fenomena outsourcing di Indonesia makin marak belakangan ini. Dan kalo dari hasil penerawangan gue, di masa yang akan datang banyak perusahaan yang akan meng-outsource-kan beberapa bagian dalam perusahaannya kepada pihak luar. Sekarang banyak pengelola gedung (building management) yang udah ga lagi pelihara tenaga keamanan (security) dan cleaning service-nya. Kedua bidang tersebut biasanya di-outsource-kan ke perusahaan lain.
Outsource (dari yang gue pelajari) ternyata seperti bumerang buat buruh. Gara garanya yah PP no 13 thn 2003 tentang ketenagakerjaan ternyata sangat sangat sangat pro terhadap buruh. Kewajiban perusahaan kepada karyawan tetap itu besar sekali. Karyawan tetap akhirnya dianggap sebagai beban. Maka, salah satu cara yang dipakai untuk mensiasati kebutuhan akan tenaga kerja adalah....... ta da....... OUTSOURCING.....
OK, let's get rid of the serious things.....
Niat gue nulis blog ini adalah nulis perumpamaan tentang outsourcing.
Bedanya antara outsourcing dan sistem pegawai tetap itu sama kayak bedanya pelacur dan istri.
HAAA ????
Wow wow wow..... sabar sodara sodara....... Let me explain.....
Konon begini......
Anggaplah si perusahaan itu seorang cowok. Dia sedang mencari wanita.
Cara pertama adalah dia menikah dengan seseorang.
Tapi ternyata menikah itu (walaupun enak) menyimpan banyak sekali kewajiban yang harus dipenuhi. Kewajiban itu tertulis dalam UU dan dalam kitab suci.
Kalo si istri sakit, maka si suami harus nganter ke dokter.
Kalo si istri sedang berduka, maka duka itu jadi duka si suami juga.
Kalo si istri sedang ngambek, maka si suami yang kena getahnya.
Tapi kalo si istri sedang cantik cantiknya, maka si suami juga bangga.
Kalo mereka bercerai, maka si istri berhak mendapatkan harta gono gini yang bisa jadi membuat kekayaan suami berkurang sangat banyak.
Nah itulah pengandaian antara perusahaan dan karyawan tetap.
Kalo karyawan sakit, maka perusahaan harus menanggung.
Ga bisa juga main asal pecat, karena hak karyawan tetap itu besar sekali. Kewajiban perusahaan terhadap karyawan tetap itu besar sekali.
Nah, gimana dong kalo gitu ? Kawin ternyata ga asik asik banget (kalo nginget betapa besar kewajiban si suami terhadap istri).
Cara kedua adalah, cari pelacur. Beberapa tugas istri toh bisa dilakukan juga oleh si pelacur (tentu aja ga semua tugas lho). Kalo dalam kasus sex... yah yang urusannya diranjang. Tetapi pelacur ga bisa kita minta nyuci pakaian kotor kita. Pelacur ga bisa kita minta masakin rendang.
Banyak keterbatasan yang ga bisa didapatkan dari para pelacur. Tetapi the good news is, kewajiban si cowok ga besar besar amat.
Kalo si pelacur ga perform dengan baik, si cowok bisa complain ke germo-nya dan minta dicariin pelacur lain. Kalo si pelacur sakit, hal itu ga jadi tanggungan si cowok. Urusan bedak, parfum, baju, dll dll juga ga jadi tanggungjawab si cowok.
Begitu juga halnya dengan pegawai outsourcing.
Perusahaan pengguna jasa ga mesti menanggung banyak hal. Kalo si pegawai ga perform, perusahaan pengguna jasa outsourcing tinggal bilang sama perusahaan penyedia jasa agar pegawai tersebut diganti.
Kalo pegawai tersebut sakit, yang nanggung bukan si pengguna jasa, tetapi si penyedia jasa.
Pengguna jasa outsource membayar mahal kepada penyedia jasa outsource sebagai kompensasi kewajiban yang pengguna jasa outsource hindari.
Suami ga perlu bayar khan untuk make love dengan si istri ? Ga perlu juga bayar untuk masakan si istri ? Ga perlu bayar untuk kecupan dari si istri ?
Suami ga perlu bayar khan untuk make love dengan si istri ? Ga perlu juga bayar untuk masakan si istri ? Ga perlu bayar untuk kecupan dari si istri ?
Untuk semua itu, seseorang pria harus membayar dari seorang yang bukan istrinya.
WAH...JADI ELO BILANG PEGAWAI OUTSOURCING ITU PELACUR MAN ?
No no no no......
Ngga gitu coy.....
Ini khan cuma pengandaian.
Pelacur dan Istri sama sama manusia kok. Karyawan tetap dan karyawan outsource tetep manusia dan tetap harus dihargai sebagai pekerja yang membantu perusahaan dalam berproduksi. Tanpa mereka, perusahaan ga akan bisa berusaha.
Sekali lagi, ini cuma pengandaian aja kok. Jangan marah yah boooo.......
WAH...JADI ELO BILANG PEGAWAI OUTSOURCING ITU PELACUR MAN ?
No no no no......
Ngga gitu coy.....
Ini khan cuma pengandaian.
Pelacur dan Istri sama sama manusia kok. Karyawan tetap dan karyawan outsource tetep manusia dan tetap harus dihargai sebagai pekerja yang membantu perusahaan dalam berproduksi. Tanpa mereka, perusahaan ga akan bisa berusaha.
Sekali lagi, ini cuma pengandaian aja kok. Jangan marah yah boooo.......
Mana ada sih orang yang bercita cita pengen jadi pelacur ?Jangankan cita cita jadi pelacur.... mana ada sih wanita yang kepengan jadi istri kedua, ketiga, dst dst dst. Semua wanita pasti mempunyai mimpi untuk memiliki keluarga yang sesungguhnya.
Tetapi kalo kita tanya kepada para pelacur, pasti jawaban mereka adalah karena terpaksa dan karena ga ada pilihan lain, padahal yang namanya dapur harus tetap ngepul. Kebutuhan akan selalu ada.
Demikian juga dengan dunia kerja. Siapa sih yang bercita cita jadi pegawai outsourcing. Gue yakin, kalo ada pilihan untuk jadi pegawai tetap atau pegawai outsource, pasti pada kepengen jadi pegawai tetap..... apalagi kalo perusahaannya bonafide, terkenal, manajemennya bagus, memberikan kompensasi dan benefit yang ciamik. Model model perusahaan yang sangat diidamkan oleh semua pencari kerja. Ibaratnya, kalo perusahaan ini cowok, maka si cowok itu ganteng, kaya, romantis, agamis, badannya sehat (karena rajin olahraga), jago masak, bisa nyuci baju dan nyetrika, sayang kepada keluarga, dan yang paling penting adalah..... cowok itu heterosex. Hahahahahahahahaha......
Fenomena outsourcing terjadi dimana mana kok. Ga cuma di Indonesia, di seluruh dunia.
Tema tentang outsourcing ini akan gue angkat sebagai bahan skripsi gue.
Mudah mudahan Desember 2008 ini gue bisa rampungin semuanya.

1 comments:
hi firman...salam kenal....gw romi mahasiswa semster 7....sebenernya gw juga tertarik dengan permasalahan outsourcing....yah setujulah dengan artikel yang lw tulis......
rencananya gw juga mo ngankat judl tentang "Hubungan Kompensasi terhadap kepuasan kerja Karyawan Outsourcing" gimana menurut lo judul gw........
bisa ga dingakat???
thanks ya.....
btw kul dimana???dah lulus ya....
Post a Comment