Friday, December 18, 2009

Both Side Of Stories

Ini adalah keprihatinan gue terhadap rakyat Indonesia...

Belakangan sering banget berita berita di media massa (baik elektronik maupun cetak) yang menurut gue ga adil dan terlihat cenderung memihak. Well.... setau gue media massa itu harusnya sih netral.

Luna Maya.
Dia kesel luar biasa dengan infotainment yang terus terusan ngeganggu privasinya, dan akhirnya meledaklah emosinya di twitter. Setelah itu PWI akan melaporkan Luna Maya ke Polisi.
Sigh.....
Come on laaah guys.... Luna Maya mungkin melakukan sesuatu yang ga enak (menghina infotainment)..... tapi sadar ga sih, bahwa infotainment pun sudah melakukan yang ga enak buat Luna Maya (mengganggu privasi Luna Maya).
Gue bukan fans berat Luna Maya, tapi gue juga manusia yang bisa merasa emosi ketika kehidupan gue selalu diganggu orang lain sehingga gue ga punya privasi. Cover both side of stories laaah.... jangan merasa benar sendiri. Pake hati dong....
Kalo dibilang "artis artis berhutang kepada infotainment" kok yah gue ga setuju yah. Kayak gini khan menempatkan artis lebih rendah dari infotainment, dan seakan akan tanpa adanya infotainment maka artis2 itu ga akan terkenal. Come on guys... gue percaya artis artis itu juga punya usaha dalam karir mereka sehingga mereka bisa terkenal.
Atau ada pernyataan "antara artis dan infotainment hubungannya sudah saling membutuhkan" ini pun gue ga sepenuhnya setuju. Emang bener sih, ada artis artis yang minim prestasi dan kepengen tetep kondang maka mereka menggunakan infotainment untuk mendongkrak popularitas mereka dengan berita sensasional ga penting (biasanya sih berita cerai). Tapi jumlah artis2 yang kayak gini berapa banyak sih? I don't think Luna Maya join their group. Do you?
And I also believe there are many other artists who can keep their popularity without selling some cheap craps.

Koin Untuk Prita.
Ini juga salah satu berita kontroversial kalo menurut gue. Prita mendapatkan dukungan sangat luas dari seluruh Indonesia. Di lain pihak RS Omni Internasional dianggap sebagai "the bad guy" yang dibela oleh sistem hukum di Indonesia.
Sorry to say.... Selama ini gue merasa media massa terlihat sangat memihak kepada Prita. Porsi yang diberikan kepada Omni tidak sebesar yang diberikan kepada Prita. Bahwa Omni berkali kali menang di pengadilan pun ga diliput secara fair, apa apa saja yang menjadi pertimbangan pihak pengadilan memenangkan Omni dan kenapa Prita kalah.
Dengan model pemberitaan seperti ini, masyarakat Indonesia seperti digiring untuk semakin tidak percaya bahwa ada "keadilan" di hukum Indonesia. Cover both side the story laaah.
Di tengah krisis kepercayaan terhadap lembaga hukum di Indonesia, mbok yah ngasih pemberitaan yang fair. Jangan jangan Prita kalah karena emang dia salah... who knows? Masak iya sih aparat hukum kita semuanya keparat? Ga adil dong kalo kita punya prejudis kayak gitu.
Catatan : Gue ga sedang membela Omni (I'm not related to Omni at all) dan ga sedang anti kepada Prita (I don't have any issue about Prita anyway).

Lain lainnya.
Ada banyak sekali berita berita yang menurut gue juga ga adil. Ada yang mencuri semangka dihukum sekian bulan kurungan. Ada yang mencuri beberapa butir biji coklat / kopi lalu dimajukan ke meja hijau. Dll dll dll dll dll....
Mereka adalah kaum marjinal yang (seakan akan) sedang dijahatin oleh sistem pengadilan kita.
Guys, pernahkah kita menempatkan diri sebagai orang yang hak-nya diambil orang lain? Kita gunakan contoh klasik deh. Katakanlah kita punya pohon mangga (atau rambutan, atau jambu, atau apapun) yang sedang berbuah di halaman rumah kita. Dan ketika kita sudah menunggu sekian lama untuk bisa memetik buah mangga itu, tau tau ada yang mencuri. Kesel ga kita? Mungkin pas kita tau mangga tersebut hilang maka emosi kita meluap dan bilang "Anjing....!!! Kalo ketangkep tuh maling, gue gebukin sampe babak belur".
Pemberitaan di media massa kita cenderung ga berimbang. Kenapa pihak pihak yang dirugikan ga dikasih porsi yang juga sama besar? Kenapa selalu dibuat situasi bahwa ada orang yang di-dzolimi, padahal emang orang tersebut terbukti bersalah.
Kenapa media kita ga terbiasa untuk cover both side of stories equally?

Pemberitaan media massa Indonesia lebih ramai mengemukakan berita negatif, dari soal ketidak adilan hukum.... perang antara lembaga pemerintah.... kasus korupsi.... bunuh diri.... dll dll dll.
Berita tentang SEA GAMES mana? Atlet atlet Indonesia yang menyumbang medali dan berhasil mengumandangkan Indonesia Raya cuma dikasih porsi sekian detik. Ga heran kalo banyak yang males jadi atlet.
Tiap tahun Indonesia selalu menelurkan juara2 olimpiade matematika, fisika, kimia tingkat pelajar dan selalu membawa medali. Tapi mereka pun ga ter-ekspos dengan proper.
Di tengah ekonomi dunia yang sekarang sedang pada negatif, Indonesia bisa survive dan bahkan mengalami pertumbuhan yang positif sehingga dipuji oleh negara negara lain. Indonesia menjadi "pasar yang ranum" bagi negara2 lain. Tapi prestasi ini pun (yang harus diakui sebagian sebagai kinerja Sri Mulyani dan Boediono) ga diekspos, malahan sekarang kedua orang itu fotonya sering diinjak injak dan dibakar oleh pendemo kasus Bank Century (wicis belom terbukti juga bhw mereka berdua ikut bersalah). Prestasi ekonomi Indonesia dipuji oleh bangsa bangsa asing, tapi cuma jadi sampah oleh bangsa sendiri. Sigh.....

Kapan majunya bangsa ini kalo berita negatifnya lebih banyak daripada berita positifnya? We need to cover both side of stories.

Wednesday, December 16, 2009

Big Fat Old Man vs Little Baby

Judul tulisan hari ini rada bikin bingung yah? Hahahahaha

Ini tulisan tentang Natal, salah satu hari raya umat Nasrani yang biasanya paling ditunggu tunggu dan dirayakan besar besaran.

Dari yang gue lihat, suasana natal udah mulai terasa dari 2 minggu lalu (awal Desember). Beberapa temen udah ada yang sibuk dengan pohon natal mereka. Beberapa toko sudah mendandani pegawai mereka dengan topi Santa. Beberapa mall sudah memasang pohon natal dan hiasan hiasan natal lainnya. Beberapa temen gue mendadak jadi susah diajak janjian karena jadwal natalan mereka full tiap weekend. Lagu lagu bernuansa natal pun kedengeran disana sini.

Minggu lalu di sebuah mall di bilangan Kelapa Gading ada acara Jumpa Santa Claus buat anak anak kecil.
Wuiiih seru bener coy.... penuh dengan sorak sorai anak kecil....

MC : "Siapa yang mau kado dari Santa?"
Anak Anak (heboh) : "sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.................."
MC : "Siapa yang mau kado dari Santaaaaaaaaaaaaaaa?"
Anak Anak (makin heboh) :"SAYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
MC : "Yang mau kado dari Santa harus duduk yang manis"
(mendadak pada duduk....)

Hihihihihi..... Gue cuma bisa senyum senyum doang......

Jelas aja acara Jumpa Santa Claus merupakan salah satu acara andalan. Lha wong kalo ada acara Jumpa Santa gitu anak anak pada bejibun. Kalo anak anak bejibun, udah pasti ortunya ikutan (biasanya sih mereka ikutan karena nganter anak anak mereka). Wajar aja beberapa mall menganggap acara Jumpa Santa jadi acara andalan yang bisa mendorong Sales.

Mmmm..... kayaknya hal ini ga cuma terjadi di Jakarta deh. Di semua kota di seluruh dunia kayaknya juga begitu. Natal udah jadi komoditas marketing.

Ga heran juga sih kalo salah satu lagu favorit di tiap natal adalah "Santa Claus is coming to town".

So.... kalo diperhatikan secara seksama, tokoh utama di Natal itu sebenernya Santa Claus. Trus.... Yesus-nya kemana dong?
Jarang banget ada Mall / toko yang majang tokoh Yesus (mungkin ada, tapi jarang). Seandainya pun ada yah cuma bayi dalam palungan.
Walaupun judulnya merayakan kelahiran Yesus, tapi tokoh yang paling populer di natal itu ternyata si Santa Claus.

Iya ga sih?

Kalo emang Natal adalah perayaan bagi si Santa Claus, berarti Natal bukan perayaan umat nasrani dong. Hehehehehe

Come on sing ..............


You better watch out
You better not cry
Better not pout
I'm telling you why
Santa Claus is coming to town

He's making a list
And checking it twice;
Gonna find out Who's naughty and nice
Santa Claus is coming to town

He sees you when you're sleeping
He knows when you're awake
He knows if you've been bad or good
So be good for goodness sake!

O! You better watch out!
You better not cry
Better not pout
I'm telling you why
Santa Claus is coming to town
Santa Claus is coming to town


Any comments?


Tuesday, December 15, 2009

Ilfil Part 2...

Guys, ternyata masih ada uneg uneg gue soal ilfil. So, pardon me for being sotoy one more time. Hehehehehehe

Well, uneg uneg gue tentang ilfil yang belom beres adalah terkait hubungan antara manusia dengan Tuhan (in my case : Tuhan Yesus).

Have you ever fall in love with your God? I mean really really really fall in love. If you have, then this writing might be fit to you. I you haven't, don't worry.... I wont judge you.
I have, but it was years ago...
Gue inget, dulu gue pernah declare / proclaim : I'm yours and You are mine.
Mantep ga tuuuh?

Tapi, sama seperti perjalanan cinta manusia pada umumnya, ada titik dimana gue ngerasa ilfil. Gue lupa akan janji janji yang pernah gue ucapkan kepada Tuhan gue. Ga cuma lupa, bahkan gue mengingkari janji janji tersebut (either sengaja maupun kepleset).
Ada masa dimana gue pundung a.k.a ngambek. Biasanya hal ini terjadi saat gue kecewa karena hal hal yang ga sesuai dengan ekspektasi gue (tapi bukan berarti tiap kali ada yang ga sesuai ekspektasi maka gue langsung ilfil lho yaaah).

Biasanya pada saat saat ilfil itulah gue beribadah seperti robot. Dateng ke gereja bukan karena rasa cinta gue ke Tuhan, tapi karena "ini hari minggu" (dalam bahasa lain, gue sering sebut ini sebagai "ngisi absen doang").
Apapun yang gue lakukan bukan karena rasa cinta, tapi karena kewajiban atau karena ada orang yang ngeliatin.
Paling sebel khan kalo nanti ga gereja trus ditanya tanyain sama orang lain... "kok ga gereja Man... kenapa?".
Come on guys.... siapa sih yang seneng kalo masalahnya diketahui oleh orang lain? Jangankan bermasalah dengan Tuhan, bermasalah dengan pacar atau pekerjaan aja kalo bisa disembunyiin rapet rapet. Iya khaaan?

Ilfil seperti itu kalo dibiarkan bisa berakibat fatal, seperti :
* Marah sama Tuhan
* Ngerasa Tuhan salah dan dirinya benar
* Ngerasa Tuhan ga sayang sama kita
* Ngerasa Tuhan jahat
* Loosing faith
* Berontak kepada Tuhan

Pas gue baca lagi di alkitab, ternyata hal hal seperti itu sering sekali terjadi kepada umat Tuhan.
Pas mereka baru tobat, beeeuuuuh komitmennya kepada Tuhan luar biasa. Tapi ga lama setelah itu sering banget bangsa Israel memberontak kepada Tuhan.
Contoh nih...
Setelah bangsa Israel keluar dari penjajahan Mesir (setelah tulah ke sepuluh) mereka dikejar kejar oleh pasukan Firaun, dan akhirnya mereka marah kepada Tuhan. Tetapi Tuhan membuat laut terbelah dan mereka selamat. Setelah itu mereka bersorak sorak.
Ga lama setelah itu mereka marah2 lagi karena bosan dengan manna (makanan dari Surga) dan minta daging. Dst dst dst dst..... panjang banget sejarahnya.

Baidewei..... Kalo gue liat lebih jauh nih, kemungkinan besar orang2 (yang konon dicap sebagai orang) kristen di Amerika dan Eropa pun sedang mengalami ilfil pada level yang parah, sehingga ga heran kalo gereja gereja pada kosong dan banyak yang berubah fungsi jadi tempat hiburan.

Hmmmmm...

So......Gimana caranya tahu bahwa kita sedang ilfil sama Tuhan? Kalo menurut pengalaman gue sih ga terlalu susah untuk tahu. Lihat aja apa motivasi kita dalam ngelakuin sesuatu. Apakah bener bener karena cinta Tuhan atau karena hal hal lain.
Hal hal lain misalnya : karena kebiasaan, karena ngejar upah, karena takut pandangan negatif dari orang lain, karena kewajiban, karena tuntutan orang orang di sekitar kita.
Doa doa kita cuma jadi lip service yang tanpa makna. Pujian penyembahan cuma sebates liturgi doang. Perayaan hari besar cuma sebates ritual doang. Kehidupan rohani jadi berasa gariiiiing banget.
Atau paling gampang, kita ngerasa males untuk "ketemu Tuhan". Males untuk berdoa (sama kayak kita sedang males komunikasi dengan si yayang), males untuk ibadah (sama kayak kita sedang males ketemuan sama si yayang). Pernah ngerasa begitu?

Nah kalo udah tau bahwa kita sedang bermasalah dengan Tuhan, mendingan buru buru deh selesaikan masalah itu selama Tuhan masih ngasih kesempatan.

Ilfil kepada Tuhan jelas jelas ga bagus, apalagi Tuhan yang ilfil ke kita. Jangan sampe deh Tuhan yang ilfil ke kita, bisa makin banyak tuh bencana alam (gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan, hujan meteor, tsunami, badai, angin ribut, dll dll dll). Hehehehehe.

OK, that's all my sotoy number 2.
Thanks for dropping by, and I'd like to see your comments.

God bless...