Monday, November 09, 2009

Udah Man, Ga Usah Kebanyakan Milih....

Hehehe.... lagi lagi ini masalah mengenai "kesendirian" gue yang membuat temen temen gue (yang seems to be so care about me) menjadi gerah untuk memberi nasihat yang maha-dahsyat.
Yah kalimatnya seperti judul tulisan ini : Udah Man, Ga Usah Kebanyakan Milih....

Kalo udah denger kalimat sakti itu, gue cuma bisa ngelus dada sambil cengar cengir pasrah (ngelus dada gue sendiri tentunya, bukan dada ayam.... hehehehe).

Gue punya "5 busyeeeet" untuk kalimat sakti tersebut....

1. Busyeeeeet...... kayak cewek pada ngantri aja, sampe tinggal comot.
Gile lo, gampang banget ngomong kalimat sakti tersebut. Tapi masalahnya bukan gue terlalu milih atau bingung karena terlalu banyak opsi. Masalahnya adalah : "ada ga cewek yang mau sama gue". Hahahahahahaha. Kidding......
Beberapa temen gue mungkin emang melihat bahwa gue punya banyak temen cewek. Beberapa orang yang gue sebut sebagai "sahabat" pun orang orang dari planet Venus ini. Tapi kebanyakan dari mereka yah cuma temen aja. Taste kepada mereka adalah taste sebagai teman, bukan taste sebagai kekasih. Gue punya kriteria2 yang ga semua temen2 wanita gue bisa penuhi, 2 diantaranya adalah :
* Seiman.
* Ga ribet sama adat.

2. Busyeeeeet...... nikah khan cuma 1x seumur hidup.
Dalam kamus gue, nikah itu perkara 1x seumur hidup. Kalo gue akan hidup sampai umur 70 tahun, maka gue belom sampe 1/2 dari jatah usia gue. Gue ga mau 1/2 hidup gue dijalani dengan orang yang salah. Untuk alasan itulah maka gue emang harus milih. Karena alasan itulah gue setuju dengan pendapat temen gue : "Lebih baik terlambat menikah daripada salah menikah". It's better to wait than sorry.

3. Busyeeeeet...... ini khan masalah chemistry antara 2 orang bebas.
Booo...... walaupun kambing dan domba sama sama bersuara "mbeeeeeek", tapi bukan berarti mereka bisa dijodohin khan? Kambing yah sama kambing. Domba yah sama domba. Demikian juga masalah perjodohan manusia. Ini masalah chemistry antara 2 orang yang bebas.
Masalah chemistry paling dasar dan penting buat gue adalah masalah komunikasi. Gue punya banyak temen wanita, tapi cuma beberapa yang "nyambung bangeeeet" kalo ngobrol sama gue. Sisanya terbagi dalam area "ga nyambung sama sekali" dan "nyambung sebagian". Ga mesti nyambung masalah topik pembicaraan sih (karena toh emang beda khan omongan cowok sama cewek), tapi nyambung dalam artian gue bisa nyaman cerita macem macem sama dia (bahkan sampe berbusa busa dan kehabisan waktu). Gampangnya : ga akan mati gaya kalo ngobrol sama dia.
Masalah chemistry lainnya aturable (bisa diatur) laaaah.....

4. Busyeeeeet...... nikah bukan jaminan jadi bahagia kaleeeee......
I've seen a lot, I've heard many times..... bahkan dari teman teman terdekat gue, bahwa pernikahan bukanlah jawaban atas semua masalah. Gue juga punya temen2 yang udah jadi janda / duda di usia yang muda. Nikah ga cuma urusan daerah selangkangan. Kebahagiaan daerah selangkangan khan paling paling cuma 10 - 15 menit, itu pun ga bisa setiap hari dan ga bisa seumur hidup. Nikah berarti menyatukan hidup 2 orang (bahkan 2 keluarga untuk kebanyakan orang) yang berlatar belakang budaya beda beda, dengan tingkat emosi yang beda beda juga, dengan jalan pikiran yang beda beda juga. Semua itu bisa jadi sumber konflik yang bisa membuat janji "til dead do us part" di hadapan Tuhan harus berakhir di meja pengadilan.
Gue juga udah liat masalah masalah yang timbul dari faktor lainnya, misalkan anak. Ada yang udah bertahun tahun nikah tapi belom dikaruniai anak. Ada yang punya anak tapi memiliki kelainan. Ada yang punya anak udah sampai 5 tapi masih mau nambah lagi karena belom ada yang beda (karena 5 anaknya semuanya cowok). Ada lagi masalah yang disebabkan faktor ekonomi. Beeeeuuuuuuuuuuuuuuuh........................

5. Busyeeeeet...... hidup gue bukan lagi milik gue.
Ini adalah alasan paling utama gue. Hidup gue bukan milik gue. Hidup gue adalah milik Tuhan. Karena alasan itulah segala sesuatu yang terjadi dalam hidup gue bukan lagi masalah selera gue. It's not about me. It's about HIM. Semua yang gue mau harus disesuaikan dengan apa yang DIA mau.

Hehehehehehe..... ribet yah?



Sunday, November 08, 2009

I'm Loosing A Passion

Cuy,

Pernah ga elo menyukai sesuatu..... dan sampai di suatu titik tiba tiba elo jadi ga suka dengan si sesuatu itu (apaan kek... hobi kek, "someone special" kek, barang kek, makanan kek, kegiatan kek, kerjaan kek). Bahkan mungkin sesuatu yang tadinya elo sangat suka tapi di suatu saat elo jadi sangat super duper sebel. Gue yakin kalian PASTI pernah ngerasain hal hal kayak gitu.

Gue juga gitu. Mungkin malahan sering.

Mmmm..... mungkin ada kalanya hal itu dikarenakan rasa bosan. Tapi kalo "bosan" khan biasanya kayak cuma "temporary break" yah Cuy.... tapi kalo sampe kehilangan gairah, itu kayaknya lebih dari sekedar rasa bosan.

Mungkin blogging adalah salah satu area dimana gue sering ngerasa bosan (mangkanya kadang sampe 2 bulan gue ga punya update apapun)..... tapi gue ga pernah kehilangan passion untuk blogging. Repotnya, gue punya beberapa blog. Hahahahaha.

Sigh....

I'm loosing a passion..... sometimes I feel bad about it..... but sometimes I think this is the only way so I can move forward.

Sunday, October 18, 2009

Nonton Layar Tancep

Boyz and Galz....
Pernah nonton Layar Tancep ga?
Buat lo lo pade yang lahir dan hidup di Jakarta mungkin Layar Tancep adalah hiburan yang jarang banget (atau mungkin belom pernah) liat secara langsung. Well, gue juga udah lama banget ga nonton layar tancep. Seinget gue mungkin udah sekitar seperempat abad yang lalu.

Layar tancep emang hiburan masyarakat kelas teri. Makanya ga heran kalo di Jakarta udah ga ada lagi acara kayak ginian.

Tapi hari sabtu kemaren (tgl 17 Oktober 2009) gue dan temen2 NextTrip dateng ke event yang super duper langka, yaitu : NONTON LAYAR TANCEP BERSAMA.
Hehehehe

Sebenernya acara ini ga secara resmi di-declare sebagai layar tancep oleh panitia, tetapi gue dan temen2 nyebutnya seperti itu. Acara ini diadakan di Tugu Proklamasi (di Jalan Proklamasi, yang ada patung the dynamic duo proklamator Indonesia : Ir Soekarno - Drs Moh Hatta). Acara ini diadakan oleh Greenpeace. Pemutaran film dimulai jam 19:00.
Btw, pada tau greenpeace ga? Itu lho organisasi yang membela kepentingan lingkungan hidup.

Film yang diputer judulnya : The Age Of Stupid.



Film ini bercerita mengenai global warming. Secara sinematografi sih bagus banget. Teknik2nya juga bagus. Film ini mengkritisi praktek eksploitasi sumber daya alam (minyak) oleh perusahaan2 minyak seperti SHELL. (Damn, padahal belalang tempur gue selalu gue umpanin dengan produk2 SHELL). Lebih lanjut lagi, film ini menelanjangi kebobrokan dan kejahatan sistem kapitalis.

Eh pas lagi asik asik nonton (lebih tepatnya setelah 1 jam persis) tiba tiba hujan badai melanda Jakarta, ga terkecuali di daerah Proklamasi tersebut. Huahahahahaha...... bener bener deh ngerasain lagi sensasi MISBAR (gerimis bubar).

Anjrit.... mendadak semua orang pada mencari tempat berteduh. Untungnya panitia menyediakan tenda (walaupun sebagian besar penonton lebih suka nonton di luar tenda, langsung ngedeprok di lantai). Seluruh penonton kocar kacir pada masuk ke tenda.

Sialnya, ujan badai kemaren terlalu besar sehingga tenda (yang lumayan bagus itu) ga kuat nahan derasnya ujan. Tendanya bocor di sana sini. Hihihihihi.....
Dan yang bikin tambah seru, area Layar Tancep tersebut listriknya diputus ketika mendadak hujan deras. Alhasil seluruh penonton (yang jumlahnya ratusan orang itu) pada gelap gelapan.

Oh iya.... satu hal yang lucu adalah banyak penonton yang langsung update status di FB ketika hujan badai melanda. Hahahahaha.
Oke oke.... gue ngaku.... gue juga melakukan hal itu. v(^_^)v

Ga lupa juga para penonton mengabadikan moment2 lucu itu dengan berfoto2 ria. Yang sempet bikin gue rada keder adalah cahaya2 blitz dari kamera. Nyaru banget dengan cahaya kilat2 petir. Mana petirnya cukup dekat pula dengan lokasi layar tancep. Jadi makin serem deh. Tiap kali ada cahaya blitz dari kamera, gue siap siap untuk kaget. Hehehehehe.

Hujan berlangsung cukup lama..... sekitar 40 menit. Yang lebih bikin seru, area layar tancep itu sempet kerendam air sebates mata kaki.

Setelah ujan selesai, film-nya ga dilanjutin. Akhirnya penonton bubar. Gue dan temen2 NextTrip juga ikutan bubar. Sempet juga sih kami foto2 di depan bola dunia (diameter 2 meter) yang ada tulisan Greenpeace-nya. Sayangnya itu ada di kamera temen gue (jadi gue ga bisa share di sini).

Eniweeey.... it was awesome. Jarang banget bisa punya moment untuk nonton layar tancep, lengkap dengan misbarnya. Awesome.....