Belakangan sering banget berita berita di media massa (baik elektronik maupun cetak) yang menurut gue ga adil dan terlihat cenderung memihak. Well.... setau gue media massa itu harusnya sih netral.
Luna Maya.
Dia kesel luar biasa dengan infotainment yang terus terusan ngeganggu privasinya, dan akhirnya meledaklah emosinya di twitter. Setelah itu PWI akan melaporkan Luna Maya ke Polisi.
Sigh.....
Come on laaah guys.... Luna Maya mungkin melakukan sesuatu yang ga enak (menghina infotainment)..... tapi sadar ga sih, bahwa infotainment pun sudah melakukan yang ga enak buat Luna Maya (mengganggu privasi Luna Maya).
Gue bukan fans berat Luna Maya, tapi gue juga manusia yang bisa merasa emosi ketika kehidupan gue selalu diganggu orang lain sehingga gue ga punya privasi. Cover both side of stories laaah.... jangan merasa benar sendiri. Pake hati dong....
Kalo dibilang "artis artis berhutang kepada infotainment" kok yah gue ga setuju yah. Kayak gini khan menempatkan artis lebih rendah dari infotainment, dan seakan akan tanpa adanya infotainment maka artis2 itu ga akan terkenal. Come on guys... gue percaya artis artis itu juga punya usaha dalam karir mereka sehingga mereka bisa terkenal.
Atau ada pernyataan "antara artis dan infotainment hubungannya sudah saling membutuhkan" ini pun gue ga sepenuhnya setuju. Emang bener sih, ada artis artis yang minim prestasi dan kepengen tetep kondang maka mereka menggunakan infotainment untuk mendongkrak popularitas mereka dengan berita sensasional ga penting (biasanya sih berita cerai). Tapi jumlah artis2 yang kayak gini berapa banyak sih? I don't think Luna Maya join their group. Do you?
And I also believe there are many other artists who can keep their popularity without selling some cheap craps.
Koin Untuk Prita.
Ini juga salah satu berita kontroversial kalo menurut gue. Prita mendapatkan dukungan sangat luas dari seluruh Indonesia. Di lain pihak RS Omni Internasional dianggap sebagai "the bad guy" yang dibela oleh sistem hukum di Indonesia.
Sorry to say.... Selama ini gue merasa media massa terlihat sangat memihak kepada Prita. Porsi yang diberikan kepada Omni tidak sebesar yang diberikan kepada Prita. Bahwa Omni berkali kali menang di pengadilan pun ga diliput secara fair, apa apa saja yang menjadi pertimbangan pihak pengadilan memenangkan Omni dan kenapa Prita kalah.
Dengan model pemberitaan seperti ini, masyarakat Indonesia seperti digiring untuk semakin tidak percaya bahwa ada "keadilan" di hukum Indonesia. Cover both side the story laaah.
Di tengah krisis kepercayaan terhadap lembaga hukum di Indonesia, mbok yah ngasih pemberitaan yang fair. Jangan jangan Prita kalah karena emang dia salah... who knows? Masak iya sih aparat hukum kita semuanya keparat? Ga adil dong kalo kita punya prejudis kayak gitu.
Catatan : Gue ga sedang membela Omni (I'm not related to Omni at all) dan ga sedang anti kepada Prita (I don't have any issue about Prita anyway).
Lain lainnya.
Ada banyak sekali berita berita yang menurut gue juga ga adil. Ada yang mencuri semangka dihukum sekian bulan kurungan. Ada yang mencuri beberapa butir biji coklat / kopi lalu dimajukan ke meja hijau. Dll dll dll dll dll....
Mereka adalah kaum marjinal yang (seakan akan) sedang dijahatin oleh sistem pengadilan kita.
Guys, pernahkah kita menempatkan diri sebagai orang yang hak-nya diambil orang lain? Kita gunakan contoh klasik deh. Katakanlah kita punya pohon mangga (atau rambutan, atau jambu, atau apapun) yang sedang berbuah di halaman rumah kita. Dan ketika kita sudah menunggu sekian lama untuk bisa memetik buah mangga itu, tau tau ada yang mencuri. Kesel ga kita? Mungkin pas kita tau mangga tersebut hilang maka emosi kita meluap dan bilang "Anjing....!!! Kalo ketangkep tuh maling, gue gebukin sampe babak belur".
Pemberitaan di media massa kita cenderung ga berimbang. Kenapa pihak pihak yang dirugikan ga dikasih porsi yang juga sama besar? Kenapa selalu dibuat situasi bahwa ada orang yang di-dzolimi, padahal emang orang tersebut terbukti bersalah.
Kenapa media kita ga terbiasa untuk cover both side of stories equally?
Pemberitaan media massa Indonesia lebih ramai mengemukakan berita negatif, dari soal ketidak adilan hukum.... perang antara lembaga pemerintah.... kasus korupsi.... bunuh diri.... dll dll dll.
Berita tentang SEA GAMES mana? Atlet atlet Indonesia yang menyumbang medali dan berhasil mengumandangkan Indonesia Raya cuma dikasih porsi sekian detik. Ga heran kalo banyak yang males jadi atlet.
Tiap tahun Indonesia selalu menelurkan juara2 olimpiade matematika, fisika, kimia tingkat pelajar dan selalu membawa medali. Tapi mereka pun ga ter-ekspos dengan proper.
Di tengah ekonomi dunia yang sekarang sedang pada negatif, Indonesia bisa survive dan bahkan mengalami pertumbuhan yang positif sehingga dipuji oleh negara negara lain. Indonesia menjadi "pasar yang ranum" bagi negara2 lain. Tapi prestasi ini pun (yang harus diakui sebagian sebagai kinerja Sri Mulyani dan Boediono) ga diekspos, malahan sekarang kedua orang itu fotonya sering diinjak injak dan dibakar oleh pendemo kasus Bank Century (wicis belom terbukti juga bhw mereka berdua ikut bersalah). Prestasi ekonomi Indonesia dipuji oleh bangsa bangsa asing, tapi cuma jadi sampah oleh bangsa sendiri. Sigh.....
Kapan majunya bangsa ini kalo berita negatifnya lebih banyak daripada berita positifnya? We need to cover both side of stories.

