Yah kalimatnya seperti judul tulisan ini : Udah Man, Ga Usah Kebanyakan Milih....
Kalo udah denger kalimat sakti itu, gue cuma bisa ngelus dada sambil cengar cengir pasrah (ngelus dada gue sendiri tentunya, bukan dada ayam.... hehehehe).
Gue punya "5 busyeeeet" untuk kalimat sakti tersebut....
1. Busyeeeeet...... kayak cewek pada ngantri aja, sampe tinggal comot.
Gile lo, gampang banget ngomong kalimat sakti tersebut. Tapi masalahnya bukan gue terlalu milih atau bingung karena terlalu banyak opsi. Masalahnya adalah : "ada ga cewek yang mau sama gue". Hahahahahahaha. Kidding......
Beberapa temen gue mungkin emang melihat bahwa gue punya banyak temen cewek. Beberapa orang yang gue sebut sebagai "sahabat" pun orang orang dari planet Venus ini. Tapi kebanyakan dari mereka yah cuma temen aja. Taste kepada mereka adalah taste sebagai teman, bukan taste sebagai kekasih. Gue punya kriteria2 yang ga semua temen2 wanita gue bisa penuhi, 2 diantaranya adalah :
* Seiman.
* Ga ribet sama adat.
2. Busyeeeeet...... nikah khan cuma 1x seumur hidup.
Dalam kamus gue, nikah itu perkara 1x seumur hidup. Kalo gue akan hidup sampai umur 70 tahun, maka gue belom sampe 1/2 dari jatah usia gue. Gue ga mau 1/2 hidup gue dijalani dengan orang yang salah. Untuk alasan itulah maka gue emang harus milih. Karena alasan itulah gue setuju dengan pendapat temen gue : "Lebih baik terlambat menikah daripada salah menikah". It's better to wait than sorry.
3. Busyeeeeet...... ini khan masalah chemistry antara 2 orang bebas.
Booo...... walaupun kambing dan domba sama sama bersuara "mbeeeeeek", tapi bukan berarti mereka bisa dijodohin khan? Kambing yah sama kambing. Domba yah sama domba. Demikian juga masalah perjodohan manusia. Ini masalah chemistry antara 2 orang yang bebas.
Masalah chemistry paling dasar dan penting buat gue adalah masalah komunikasi. Gue punya banyak temen wanita, tapi cuma beberapa yang "nyambung bangeeeet" kalo ngobrol sama gue. Sisanya terbagi dalam area "ga nyambung sama sekali" dan "nyambung sebagian". Ga mesti nyambung masalah topik pembicaraan sih (karena toh emang beda khan omongan cowok sama cewek), tapi nyambung dalam artian gue bisa nyaman cerita macem macem sama dia (bahkan sampe berbusa busa dan kehabisan waktu). Gampangnya : ga akan mati gaya kalo ngobrol sama dia.
Masalah chemistry lainnya aturable (bisa diatur) laaaah.....
4. Busyeeeeet...... nikah bukan jaminan jadi bahagia kaleeeee......
I've seen a lot, I've heard many times..... bahkan dari teman teman terdekat gue, bahwa pernikahan bukanlah jawaban atas semua masalah. Gue juga punya temen2 yang udah jadi janda / duda di usia yang muda. Nikah ga cuma urusan daerah selangkangan. Kebahagiaan daerah selangkangan khan paling paling cuma 10 - 15 menit, itu pun ga bisa setiap hari dan ga bisa seumur hidup. Nikah berarti menyatukan hidup 2 orang (bahkan 2 keluarga untuk kebanyakan orang) yang berlatar belakang budaya beda beda, dengan tingkat emosi yang beda beda juga, dengan jalan pikiran yang beda beda juga. Semua itu bisa jadi sumber konflik yang bisa membuat janji "til dead do us part" di hadapan Tuhan harus berakhir di meja pengadilan.
Gue juga udah liat masalah masalah yang timbul dari faktor lainnya, misalkan anak. Ada yang udah bertahun tahun nikah tapi belom dikaruniai anak. Ada yang punya anak tapi memiliki kelainan. Ada yang punya anak udah sampai 5 tapi masih mau nambah lagi karena belom ada yang beda (karena 5 anaknya semuanya cowok). Ada lagi masalah yang disebabkan faktor ekonomi. Beeeeuuuuuuuuuuuuuuuh........................
5. Busyeeeeet...... hidup gue bukan lagi milik gue.
Ini adalah alasan paling utama gue. Hidup gue bukan milik gue. Hidup gue adalah milik Tuhan. Karena alasan itulah segala sesuatu yang terjadi dalam hidup gue bukan lagi masalah selera gue. It's not about me. It's about HIM. Semua yang gue mau harus disesuaikan dengan apa yang DIA mau.
Hehehehehehe..... ribet yah?

